LELAKU URIP
Nopember 9th, 2008 by gosongSemas
a kecilnya aku tuh nakal banget ( he he he kata orang yang tahu masa kecilku ), tapi kenalan itulah yang mendasari seorang anak untuk menciptakan kreativitas.
Beruntunglah aku punya sorang ibu yang begitu galak namun sangat sayang kepadaku, mungkin kalau ibuku gak galak … aku sudah rusak.
Saat masih sekolah SD sudah suka membolos mbantuin tukang jualan brondong di pasar sentul Jogja, lalu semasa SMA di Jogja 3 (tiga) sekolahan ( STMN Jetis, BOPKRI II dan SMAN VI) aku jajaki. Begitu pula saat kuliah di Fakultas Tambang UPN Jogja selalu aja bikin heboh hingga tak pernah naik tingkat, karena itu aku lalu malah merguru ke berbagai orang tua alias merdukun ketempat-tempat wingit serta cari wangsit dan yang terakhir aku hijrah ke Fakultas Tambang UNISBA Bandung nganti rampung dan hampir 12 tahun aku jadi mahasiswa ( hebat kan … ha…ha ).
Selagi masih kuliah aku nyambi jadi tukang sablon, mulai dari buat film, afdruk, sampai nyetak di kartu nama, stiker, kaos, topi. Lalu pada tahun 1995 dapat kesempatan untuk dipercaya menangani Signboard PT. Gadjah Tunggal Perkasa unit cat, semua toko besi dan toko cat se Jawa-Bali. Wow 1 th lebih aku ngurusin survey, perijinan, produksi hingga pemasangannya, disinilah aku bersama CARBON Promosindo ku mengenal dunia advertising khususnya outdoor. Hingga akhir tahun 2008 ada 40 billboard yang tersebar di seluruh Indonesia terinvestasi.
Ada beberapa pekerjaan yang begitu berkesan bagi ku:
Saat melakukan Road Show dengan band RAJA, tour 5 kota bersama PT. Gudang Garam. Itu tahun 2005.
Menggarap Semarang Pesona Asia bersama PT. Gudang Garam, dengan tamu Presiden SBY. Itu tahun 2007
Penciptaan Replika Candi Borobudur dari pack/bungkus Supermi, bersama PT. Indofood Sukses Makmur. Itu tahun 2008.
Dan sekarang di jaman edan ini bersama SeTITI adPro, aku di cap sebagai seorang seniman oleh teman-teman wartawan (po ra edan). Memang aku pekerja seni (jare cah-cah lo), dan karya yang sangat aku banggakan karena belum pernah ada yang melakukannya (gedate dab) adalah ketika aku membuat Replika Candi Borobudur dari bungkus mie instan produk Supermi ( ya dasar tukang gresek suka keluyuran ke loakan ) Itu pekerjaan yang sangat spektakuler untuk mendapatkan pertama kali sertifikat rekor MURI. Disini tanpa adanya kerjasama yang baik dengan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk mungkin mimpiku tak kan terwujud.
Setelah itu aku terbangun dan banyak mimpi untuk membuat repelika lain. Kapan terwujudnya … hanyalah Tuhan yang tau, karena aku sadar dan percaya tanpa campur tanganTuhan … mustahil adanya. Amien.
Buat teman-teman, sedulur sedulur semua yang telah buka dan baca Blog ku … terimakasih atas attennsinya dan salam pasaduluran.